Minggu, 28 Juni 2015

Penyusutan Metode Satuan Jam Kerja | Service Hours Method



Pada konsep dasarnya, pemikirdan dasar dari Penyusutan Metode Satuan Jam Kerja didasarkan pada pemikiran bahwa, berkurangnya nilai suatu aset disebabkan berapa jam lamanya aset tersebut digunakan, atau dioperasikan oleh perusahaan selama umur ekonomisnya. belum tentu aset tetap berkurang nilainya gara lama waktu suatu aset yang dimiliki perusahaan. jadi disini, metode ini berdasar bahwa berkurangnya suatu aset tetap perusahaan disebabkan oleh masa pakainya.bukan lama waktu aset tersebut saat tahun beroperasi.
Contoh gampangnya, motor yang baru dibeli, lalu dipakai tiap hari, maka motor itu akan cepat rusak atau paling tidak cepet membutuhkan biaya perawatan yang lebih. dibadingkan jika motor itu jarang digunakan.
Penyusutan aset tetap metode satuan jam kerja ini pada prakteknya, metode ini sering kali di abaikan, karena alasan pajak.
Rumus untuk menghitung besarnya penyusutan metode satuan jam kerja adalah sebagai berikut:

 Tarif penyusutan / jam = Harga Perolehan - Nilai Sisa / jumlah jam kerja selama umur ekonomis


Sedangkan untuk menghitung besaran penyusutan per periode adalah sebagai berikut caranya:




Penyusutan = Jumlah jam kerja periode * tarif penyusutan / jam
 
Contoh soal penyusutan metode satuan jam kerja

Pada bulan Januari, PT Foraz membeli sebuah mesin dengan harga perolehan saat pembelian sebesar Rp 10.000.000,00 aset tetap berupa mesin tersebut, oleh ahli didiperkirakan dapat berproduksi selama 10.000 jam dengan prediksi rentangan waktu penggunaan sebagai berikut:
  • Tahun ke-1      = 2.000 jam
  • Tahun ke-2      = 2.000 jam
  • Tahun ke-3      = 1.500 jam
  • Tahun ke-4      = 1.500 jam
  • Tahun ke -5     = 1.000 jam
Setelah berproduksi selama 10.000 jam, aset tetap mesin tersebut diperkirakan masih bisa dijual dengan harga Rp. 500.000,00

# Pertama kita hitung dulu tarif penyusutan mesin perjam
Rp 10.000.000 -  Rp 500.000
10.000
Tarif Penyusutan = 950

Ok, jika tarif penyusutan aset tetapnya sudah diketahui, kita selanjutnya bisa membuat tabel penyusutannya sebagai berikut:

Tahun
Jam Operasi
Tarif
Penyusutan
Nilai Buku
0



10.000.000
1
3.000
950
2.850.000
7.150.000
2
2.000
950
1.900.000
5.250.000
3
2.000
950
1900.000
3.350.000
4
1.500
950
1.425.000
1.925.000
5
1.500
950
1.425.000
500.000

Pada tabel penyusutan diatas, tampak bahwa menurut metode satuan jam kerja, beban penyusutan untuk tiap periode akuntansi bervariasi, besarnya akan sebanding dengan jam kerja (kapasitas) aset tetap yang sesungguhnya dapat dicapai.

Pencatatan, Jurnalnya sama saja dengan metode metode penyusutan aset tetap yang lain.

Jurnal Penyusutan Tahun Pertama
Debit
|
Depreciation

Rp2.850.000

Kredit
|

Akumulated Depreciation


Rp2.850.000








Untuk tahun berikutnya juga sama jurnalnya
Jurnal Penyusutan Tahun ke-2
Debit
|
Depreciation

Rp1.900.000

Kredit
|

Akumulated Depreciation


Rp1.900.000







Untuk penjurnalan tahun tahun berikutnya sama saja, tinggal diteruskan

Penyusutan Aset Tetap Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method)



Pada dasarnya, Aset Tetap dianggap akan memberikan kontribusi terbesarnya pada awal awal masa penggunaan, ya karena mesin masih dalam kondisi gress, dengan kekuatan yang masih optimal. masih jauh dari masa aus mesin atau aset tetap yang lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kontribusi aset terbesar tersebut mulai menurun, kinerjanya tak lagi bisa maksimal, mesin tak lagi muda dan turun performa, gedung mulai reyot reyot, kendaraan mulai mogok mogok dan lain sebagainya.
Metode ini sesuai jika dipergunakan untuk jenis aset tetap yang tingkat kehausannya tergantung dari volume produk yang dihasilkan, yaitu jenis aset mesin produksi.
Rumus Depresiasi Saldo Menurun :

Penyusutan = [(100%/umur ekonomis) x 2] x Nilai Perolehan/Nilai Buku
Contoh kasus penyusutan metode saldo menurun:
Supaya lebih mudah, kita gunakan contoh kasus sebelumnya yang kita kerjakan menggunakan metode garis lurus
Sebuah mesin diperoleh pada tanggal 6 Juni 2014, harga perolehan mesin tersebut sebesar Rp 13,000,000 dan mesin tersebut ditaksir memiliki umur ekonomis 10 tahun, dan apabila nanti sudah tidak digunakan lagi atau aset ditarik penggunaannya, diperkirakan mesin tersebut masih bisa ditimbang kiloan, besi tuanya dapat dijual seharga Rp 1.000,000. dalam pencatatan akuntansi aset tetap, perusahaan menggunakan metode penyusutan saldo menurun.
Penyusutan tahun 2014
[(100%/10) x 2 ] x 7/12 x 13.000.000 : Rp 1.516.710
Notes:
Karena selama tahun 2014 aset hanya digunakan 7 bulan, maka dikali 7/12
Penyusutan tahun 2015
[(100%/10) x 2 ] x (13.000.000 - 1.516.710) : 2.296.658
Notes:
Nilai buku aset tahun 2015 dikurangi penyusutan aset tahun sebelumnya, sebesar Rp 1.516.710
untuk tahun tahun setelahnya, cara pengerjaanya sama, hingga 10 tahun masa pengoperasian mesin tersebut.
Lalu saat pencatatan, jurnal nya adalah sama dengan metode garis lurus, cuma beda di angka saja
31 Desember 2014

Debit
|
Depreciation


Rp1.516.710

Kredit
|

Accumulated Depreciation


Rp1.516.710
Untuk tahun berikutnya juga sama jurnalnya
31 Desember 2014

Debit
|
Depreciation


Rp2.296.658

Kredit
|

Accumulated Depreciation


Rp2.296.658
Jurnal jurnal penyusutan tahun tahun berikutnya sama saja, jadi tidak perlu dijelaskan lagi. :)
# Pada akhir periode, penyusutan ini juga harus dilakukan jurnal penyesuaian, untuk mengakui adanya beban pada aset mesin ini. penyesuaian atas penyusutan aset tetap ini sejumlah akumulasi penyusutan selama periode berjalan.
Pencatatan dalam jurnal penyesuaian:
Contoh Jurnal Penyesuaian Aset Tetap Mesin Tahun 2014

Debit
|
Accumulated Depreciation

Rp1.516.710

Kredit
|
Depreciation Expense


Rp1.516.710
Jurnal Penyesuaian tahun 2015

Debit
|
Accumulated Depreciation

Rp2.296.658

Kredit
|
Depreciation Expense


Rp2.296.695
Untuk jurnal penyesuaian tahun tahun berikutnya, cara pengerjaanya sama saja.
Notes:
Dengan menggunakan metode penyusutan saldo menurun ini, jumlah angka penyusutan tiap tahun akan mengalami penurunan penyusutan tiap tahunnya, ini menunjukkan dan memperlakukan aset tetap bahwa aset tetap (khususnya mesin) memperlihatkan kinerja terbaiknya, dalam hal sumbangsih manfaat aset tetap terhadap perusahaan berada pada saat awal awal aset tetap tersebut digunakan, semakin lama semakin menurun kinerja aset tetap tersebut karena keausan.